Blog ini sebagai sarana untuk masyarakat awam agar lebih mengenal dunia seputar Professional Audio--sound systems, lighting, akustik, produk - produk dan sistem intergrasinya. Dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan pro audio di Indonesia.

Rabu, 09 November 2016

Fenomena Binaural Loudness Summation dan Kaitannya dengan Penggunaan Headphone


Semakin maju teknologi saat ini telah menciptakan berbagi macam jenis headphone yang memberikan kita lebih banyak pilihan. Namun, memilih yang tepat memberikan perbedaan yang signifikan mengenai performa dan kepuasan terhadap apa yang kita dengar dan gunakan.

Ada beberapa tipe headphone yang bisa kita gunakan. Dari mulai earbuds headphone, in-ear headphone, on-ear headphone, over-the-ear headphone, closed back over-ear headphone, open back over-the-ear headphone, sampai custom-moulded in-ear headphone. (figure 1)
 
<img src="tipe headphone.jpg" alt="headphone" />
figure 1
Tapi sebelum mulai mempertimbangkan alternative pilihan headphone ini, paling tidak kita harus sedikit memahami tentang persepsi manusia  terhadap suara ketika berhubungan dengan alat bantu dengar ini. Dalam hal ini ada fenomena yang dikenal sebagai binaural loudness summation.


Fenomena binaural loudness summation secara singkat dapat dikatakan keuntungan praktis mendengar dengan menggunakan dua telunga. (figure 2) Fenomena ini mempunyai sejarah  panjang penelitian. Fenomena ini dapat dijelaskan secara sederhana bahwa pada dasarnya sebagai manusia, dengan sinyal suara yang sama kuat, kita akan mendengar sinyal yang lebih keras dengan menggunakan dua telinga apabila dibandingkan dengan menggunakan satu telinga. Persepsi ini tidak hanya tergantung dari intensitas suara, tapi juga dari ukuran area basilar membrane pada telinga yang terstimulasi. Dua sumber suara dengan intensitas dan bandwidth berbeda dapat ditangkap memiliki kekerasan suara yang sama. [1]
<img src="binaural-summation.jpg" alt="binaural summation" />

Jika kita mendengar hanya dengan sebelah headphone, suara yang kita terima akan terdengar lebih kecil bila dibandingkan pada saat kita mendengar dengan kedua headphone dengan intensitas sinyal suara yang sama. (figure 3) Ini menjadi pertanyaan penting apakah kita harus selalu mendengarkan melalui headphone dengan kedua telinga?

<img src="binaural-summation.jpg" alt="binaural summation" />
figure 3

Ada teori yang mengatakan mendengar hanya dengan salah satu headphone dapat menyebabkan kerusakan pendengaran. Terlepas dari itu, mendengar terlalu keras melalui headphone akan menyebabkan kerusakan pendengaran baik itu menggunakan satu atau dua telinga.

Buat beberapa orang menggunakan salah satu headphone pada salah satu telinga mempunyai keuntungan. Kita bisa tetap mendengar musik, radio, atau film favorit dan pada saat yang sama kita masih bisa berinterksi dengan keadaan di sekitar. Namun jarang disadari ketika lingkungan di sekitar menjadi lebih bising, maka intensitas suara headphone pada salah satu telinga akan ditingkatkan, yang pada akhirnya membahayakan pendengaran. 

Pada beberapa headphone dan perangkat musik portable bahkan smartphone kini sudah dilengkapi dengan adjustable limiter untuk mengatur batas maksimum suara untuk mencegah kerusakan pendengaran. (figure 4)

<img src="adjustable limiter.jpg" alt="adjustable limiter" />
figure 4

Sayangnya, diri kita sendiri yang tahu batasan selera kekerasan suara yang kita dengarkan. Sebagai safety check, paling sederhana kita bisa merasakan apabila telinga kita mengalami semacam sensasi dengung atau lama – lama kita tidak dapat mendengar musik dengan frekuensi  yang tidak jelas antara low, mid, high frekuensi. Semua seakan tercampur menjadi satu. Atau biasa dibilang ‘muddy’. Kalau jawabannya iya, sudah saatnya intensitas suara—volume—diturunkan atau telinga diistrirahatkan. Yes, loud is exciting but permanent hearing damage is not.

Footnotes :

1. Saab, Wayne. (2015). Binaural Loudness Summation


Tidak ada komentar:

Posting Komentar